Feeds:
Posts
Comments

Setiap tahun di tempatku bekerja selalu ada penilaian bagi para pekerjanya, dan bagiku hal tersebut tidaklah terlalu penting dan istimewa, mengapa demikian?, karena sejatinya kita bekerja mestilah Lillahi Ta’ala, target memang selalu ada, namun tujuan mestilah tetap karena Allah.
Namun dalam penilaian diperusahaan pada akhirnya semua akan kembali ke kurva normal dan yang tidak dapat dihilangkan 100% adalah “senioritas”, klise memang, tapi hal itu masih terasa walaupun sudah tidak kental lagi.

Tahun ini amat sangat berbeda, karena saat ini (Maret 2020) untuk pertama kalinya dalam 30 tahun bekerja aku mendapatkan nilai yang sangat special bagiku yaitu 7 dari 8 angka yang tersaji (ruarrrbiasaaaaa), ntah apa mau disebut,, dibilang prestasi, sepertinya apa yang dilakukan standar pekerjaan yang  dibebankan sesuai jabatan saja, berhubung emang ngurusin orang, ya standarnya “kepuasan” pada customer baik intern maupun extern.
Jadi menurutku ini memang sudah “rezeki yang tak tertukar dan tak salah alamat” tadi.
Memang Allah sudah menuliskan hal ini di Lauhul Mahfuz sebagai bagian dari takdirku.
Alhamdulillahirobbilalamin, hanya itu yang pantas terucap saat itu.

Semoga Allah selalu menuliskan hal baik dan terbaik buatku dan anak-anakku serta keluargaku. Aamiin

Haqqul Yaqin, bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan melewatkanku. (Umar bin Khattab)

#kangennulislagi
#kangenmasalalu

Hidup Ikhlas

Perubahan bagaikan metamorfosis kehidupan manusia,,, seindahnya adalah perubahan diri dari baik menjadi lebih baik lagi…

Bisakah?

Masih ada waktukah..??

Dan bagi saya pribadi adalah… Komitmen untuk melakukan perubahan… bisa???

Bukan hal mudah, mungkin bisa berubah, tapi komit terhadap perubahan… memang suatu hal yang teramat sulit… Manusia.. terkadang hanya bisa mengucapkan saja… implementasi yang sering terabaikan.

Namun setidaknya saya berusaha untuk meenjalani perubahan ini sebaik mungkin… secepat mungkin… dan sekomit mungkin… terakhir yg terkadang rada sulit adalah se IKHLAS mungkin.

 

InsyaAllah..

Semua atas izin Allah.

 

Bismillah.

I love Nopember

Kalau seorang teman menulis diblognya dengan tulisan ” I hate november ” maka saya merasakan hal yang berbeda. Makanya jadi saya tulis I love Nopember.

I love Nopember karena :

Jelas dibulan ini hari kelahiran ibunda tercinta yang telah membesarkan dan mendidik kami anaq2nya hingga besar dan seperti sekarang, itu hal yang paling utama ,,,,

Hal ke dua adalah kembalinya handphone anakku tercinta setelah hilang hampir 4 bulan lamanya, yang pastinya tidak terfikir akan bisa kembali. Alhamdulillahirobbilalamin itulah yang terucapkan pada saat seorang pria menelpon ke hp saya yang menanyakan apakah ibu pernah kehilangan hp., memikirkannya agar bisa kembali saja saya gak berani,, tapi ternyata masih ada juga orang berhati baik yang Allah kirimkan untuk kami. Singkat kata setelah bertemu dan mengembalikan hp tersebut kepada saya dan pastilah sayapun menjalankan kaul saya, maka segera saya perbaiki kerusakan LCD pd hp tersebut, dan senangnya melihat my princess kembali tersenyum setelah 4 bulan dia kehilangan hp, dan saya tidak memberikan gantinya untuk menjadi pelajaran atas kelalaiannya.

Hal ke tiga yang menggembirakan hati saya dibulan Nopember ini adalah menemukan sesuatu yang telah lama hilang dalam hati dan perasaan saya, membuat hidup lebih berwarna, membuat hidup lebih indah, membuat hari-hari begitu dinanti.

I love Nopember

Semoga kebahagiaan ini tetap abadi dan menjadi kenangan terindah dalam hidupku.

Amin

Setelah kejadian kehilangan dompet yang membuat nafas serasa berhenti sejenak beberapa minggu lalu dibulan Juni 2014, ternyata Allah masih merasa perlu mengujinya kembali dengan kehilangan berikutnya yang baru disadari setelahnya.

Menyamakan persepsi diri dengan orang lain ternyata membuat kita lalai dengan keamanan kita sendiri, pelajaran berharga dalam kehidupan baru kami, ditempat baru, untuk tidak lalai, uhtuk tidak selalu menganggap semua orang jujur, karena kehidupan diluar sana amatlah kejam,,,,,,ternyata….

Kesadaran yang datang belakangan bagiku sungguh menyakitkan. Membatin pada hari-hari sebelumnya tentang selalu berkurangnya isi dompet dan menafikkan sebagai diri sendiri yang pelupa dan salah menaruh sesuatu, ternyata,,, terbukti belakangan…

Sejatinya sore itu kami sekeluarga akan berbuka puasa diluar, dan pada saat akan menyiapkan segala sesuatunya termasuk dana yang tersedia, baru tersadari kalau ada yang aneh dengan isi dompet yang aku yakini pada saat itu lebih banyak dari seharusnya, namun karena waktu berbuka yang kian mendesak waktunya, tidak memberikan celah bagiku untuk berfikir apa, mengapa dan bagaimana bisa terjadi.

Kesadaran itu baru muncul kemudian setelah selesai berbuka dan kembali menuju rumah, dengan dada yang berdebar hanya untuk membuktikan intuisiku tentang siapa yang berani memindahkan isi dompetku,,, dan setelah ditelusuri kembali dengan pembuktian2 berikutnya aku hanya dapat terhenyak dalam kegalauan malam itu karena intuisiku mengarah pada teman sekantorku yang sudah kuanggap adikku sendiri…

Dalam keterpakuanku aku masih berharap semoga intuisiku salah dan Allah mengampuni kesalahanku. Sempat terfikirkan juga apakah aku kurang berinfaq dan sedekah?, kurang beramal?. Hanya Allah lah yang Maha Mengetahui.

Ya Allah bila ini ujianmu untuk membuatku selalu bersyukur atas nikmat yang Kau berikan dan bersujud hanya kepadaMu, lapangkanlah dan ikhlaskanlah aku untuk menerima semua cobaan ini, kuatkan aku untuk selalu memberikan yang terbaik pada keluarga, dan lingkunganku.

Amin Ya Robbalalamin…

Renungan malam ramadhan 17 ‘ Juli 14

Bulan Juni menjadi kenangan yang berarti, karena dibulan Juni ini tepatnya tanggal 21 pengumumam kelulusan Sekolah Dasar anaq q yang pertama. Alhamdulillah walaupun dibesarkan dengan orang tua yang tidak lengkap, numpang pula hidup dengan mami n papinya, anaq q dapat lulus dengan nilai yang memuaskan US nya 25 = 8,3 dan dikelas mendapat ranking I. Keindahan terbesar yang Allah berikan pada q… Terima kasih nak.

Dan sebelumnya dibulan yang sama Juni tgl 15 anaq q yang kecil menerima raport TK A nya di TK BKDI Bida I Batam Centre, juga dengan banyak pujian dari guru kelas, karena kepandaiannya selama mengikuti ajaran dari guru tersebut, dan kemampuannya untuk menghafalkan ayat2 pendek dan tata cara shalat. Alhamdulillah lagi ya Allah atas nikmat ini,,, semoga perjuangan mamamu yang seorang diri membesarkan kalian membuahkan hasil yang manis ya nak…

Teruslah berjuang demi hidupmu kelak, dunia itu sangat kejam bila kalian tidak memiliki modal pengetahuan dan keahlian. Kejarlah duniamu seolah kau akan hidup 1000 tahun lagi dan kejarlah akhiratmu seolah kau akan mati besok.

Hanya bekal ilmu yang bisa mama berikan pada kalian sebagai bekal yang abadi…. Dan kalianlah yang dapat mewujudkan mimpi2 mama dan mimpi2 kalian sendiri.

Mama sayang anaq2 mama Dinda Malya Callysta dan Divana Nunkys Ramaniya

Love u both

 

Korban PRL

Restrukturisasi besar2an dengan mengusung budaya luar negeri untuk nama seluruh jabatan diperusahaan yang kami cintai ini, membuat kebijakan lama berubah lagi. Dan lagi2 karyawan menjadi korban keadaan, marak menjadi sentilan sentilun diantara pekerja yang terkena imbas kebijakan tersebut dengan mengatakannya sebagai “KORBAN PRL”, maksudnya adalah terpaksa harus mutasi atau harus pindah bidang pekerjaan dikarenakan penyesuaian dengan golongan jabatan sebelumnya.

Dan saya adalah salah satu yang menjadi korban itu. Belum genap 2 tahun diposisi dan lokasi baru, saya terpaksa harus pindah keluar daerah hanya untuk penyesuaian itu. Tragis bagi saya karena terbiasa dengan perencanaan hidup jauh2 hari, baik buat anaq2 ataupun buat pribadi.Akibatnya sekolah anaq yang sudah saya prepare pada Januari tahun 2014 ini harus saya batalkan dan tarik kembali walaupun dengan konsekuensi terkena potongan biaya administrasi yang bagi saya sangat lumayan itu. belum lagi beban psikologis yang ditimbulkan karena harus segera beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dunia oh dunia,,, semoga Allah selalu memberikan kekuatan kepada saya dan anaq2 dalam menjalani kehidupan Fana ini. Aminnnn

 

 

Tanjung Uban 040714

Ktr Sales Service

Hari ini minggu 24 maret 2013 aku melakukan perjalanan dinas yang kesekian kalinya untuk mengikuti pelatihan di Medan yg rencananya akan dimulai dari tanggal senin 25 s/d rabu 27 maret 2013 dan dilanjutkan mengikuti Tes Potensi Akademik dan tes TOEFL bagi s1 tgl 28 di jakarta.

Pada saat aku menerima perintah tugas ini dan melihat peserta yang akan ikut, sebenarnya aku sudah ingin mengundurkan diri,,, namun atasanku pada saat itu Lambok Tambunan malah mendorongku untuk tetap ikut sebagai pengetahuan tambahan bagi Pribadiku.
Sejujurnya setelah ku lihat daftar nama peserta aku menjadi kurang percaya diri, karena melihat dari nopek nya saja aku sangat yakin mungkin akulah peserta tertua nanti.

Dan ternyata dugaanku menjadi kenyataan, namun aku tetap meyakinkan diriku bahwa aku juga mampu bersaing dengan mereka generasi muda harapan baru bagi pertamina. Diumur yang relative masih muda mereka telah menjadi pemimpin dengan golongan jabatan yang hampir setara denganku atau malah jauh lebih tinggi.
Bukan bermaksud untuk tidak berterima kasih dengan nikmat Allah kepadaku, dimana untuk mencapai dijabatanku sekarang aku memerlukan waktu yang cukup lama yaitu 22 th, sementara mereka cukup dengan lulus pendidikan sarjana 4 atau 5 tahun sudah dapat menduduki jabatan sepertiku.
Namun aku tetap bersyukur atas semua rahmat yang Allah berikan padaku.

Dalam kekaguman dan kebanggaanku melihat mereka terbersit harapan dan doa yang tulus, semoga anak2ku kelak akan dapat menjadi seperti mereka atau malah lebih. Amin.
Doaku buat anakku Dinda dan Divana,,, rajinlah berdoa dan berusahalah sekuat jiwa dan ragamu untuk memenangkan kehidupan bagimu dan keluargamu kelak, jadilah kebanggaan Allah, kebanggaan Papa, kebanggaan Mama, dan seluruh keluargamu.
Harapan mama untuk kalian dapat lebih maju dari mama sekarang, semoga Allah mengabulkan doa mama untuk kalian.

Amin ya Robbal alamin

11 Januari 2013

Hari ini, Jum’at tepat tanggal 11 Januari 2013 adalah 1000 hari kepergian Suamiku Bapak dari anak2ku. Rasanya baru kemarin kami bersama,,, merasakan kehangatan, kebahagiaan, pertengkaran dan selisih paham… Namun kini semua tinggal kenangan,, pahit dan manis hanya bisa kukenang, tinggallah doa yang dapat aku dan anak2 panjatkan, semoga dirimu bahagia disana berjumpa kembali dengan kedua orangtuamu mungkin juga bertemu dengan ibuku juga anak2 kita yang telah mendahului kita. Semoga Allah SWT memberatkan pahalamu, meringankan dosamu, melapangkan kuburmu,dan menempatkan dirimu pada tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Aminnn

18 April 2010 jam 23.10 wib, bertepatan dengan matinya lampu diseantero pulau sambu seakan turut berduka atas berita kabar kepergianmu yang aku terima. Masih terbayang dalam ingatanku, aku hanya bisa terduduk lemas dengan deraian airmata yang tak henti, kutatapi dengan nanar anakku Divana yang tertidur dengan gelisah sejak sore hari. Buah hatiku ini belum paham benar sosok seorang ayah dalam kehidupannya, kala itu usianya masih 1,8 th dan lebih sering tidak bertemu ayahnya yang mencari nafkah jauh dari kami.

Namun hari ini tak terasa telah hampir 3 tahun sejak kepergianmu, harus kutegakkan kepalaku agar dapat meneruskan cita2mu untuk anak2, cita2 lumrahnya seorang ayah untuk kemajuan anak2nya kelak,, merekalah yang akan melanjutkan cita2mu yang terhenti dan angan2ku yang setinggi gunung. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan padaku dan anak2 untuk melanjutkan hidup ini.
Aminn,

to: Ananda Dinda Malya Callysta
& Ananda Divana Nunkys Ramaniya

Buah manis dari keikhlasan hati

Merantau…
Tak pernah terbayangkan dalam kehidupanku, bahwa suatu hari kelak aku akan berada jauh dari keluarga besarku di Jakarta untuk mengais rezeki di tanah orang.

Langkahku dimulai pada tanggal 20 Desember 1990, jam 05.00 subuh aku diantar kedua orangtuaku di bandara Halim Perdana kusuma dengan menumpangi pesawat Pelita Air Service tujuan Plaju – Palembang. Inilah penerbangan Perdanaku menggunakan si burung besi. Senang, takut, kagum, sekaligus sedih karena akan jauh dari keluarga terutama mama yang sangat aku cintai untuk menjalani kontrak selama 6 (enam) bulan dengan Pertamina di RS. Pertamina Plaju dalam penyelesaian pemeriksaan Laboratorium Hepatitis B bagi pekerja dan keluarga Pertamina. (Pada akhirnya kontrak yang ku jalani sampai 2,5 tahun lamanya dan kontrak tersebut berakhir pada 01 April 1993, dimana aku diangkat menjadi pekerja tetap di Pertamina).

Aku lulus dari Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) Direktorat Kesehatan Angkatan Darat pada Juli 1995, dan langsung bekerja sbg seorang analis di Laboratorium Klinik Swasta sampai dengan Pertamina mulai mencari analis baru untuk penempatan didaerah, dan dari 17 analis yang dibutuhkan Pertamina, aku salah satunya yang dipilih untuk penempatan di daerah SUMBAGSEL tepatnya di Plaju – Palembang.

Sebagai pekerja baru yang belum menguasai situasi dan kondisi kerja ditempat baru, aku termasuk orang yang beruntung karena mendapatkan kawan-kawan kerja dan atasan yang sangat baik dan mau membimbingku dalam penyelesaian pekerjaan, dan sebagai balasan yang dapat ku berikan kepada mereka adalah aku bekerja lebih rajin dan tidak pandang bulu, sehingga apabila pekerjaan yang memang menjadi tugasku belum kumulai (karena pasien belum datang) atau tugasku sudah selesai, maka diwaktu-waktu yang ada itu kugunakan untuk membantu pekerjaan kawan-kawan di lab, baik itu sesuai dengan ijazahku sebagai analis ataupun sekedar untuk menyapu, mengepel lantai sampai dengan mencuci peralatan laboratorium juga kulakoni dengan keikhlasan hati.

Ternyata tak ada pekerjaan yang sia-sia dimata Allah SWT, sekecil apapun itu, karena itu langsung kualami dalam kehidupanku, dimana pada saat pengangkatan sebagai pegawai tetap Pertamina, dari 5 calon Analis yang ada, hanya aku yang dipilih oleh teman-teman organik dan atasanku (Dan belakangan ku tau dari mereka bahwa mereka sangat menyukaiku karena aku tidak pilih bulu dalam melakukan pekerjaan dan membantu penyelesaian pekerjaan mereka selama ini, dan keberadaanku sangat mereka sukai. Alhamdulillah. Amin).

Itulah buah manis dari keikhlasan hati yang kualami, karena apa yang kulakukan tidak ada pamrih apapun, semua kulakukan dengan ikhlasan hatiku, dan Alhamdulillah Allah membalasnya berlipat ganda. Amin Amin Amin Ya Robbalalamin.
Semoga aku dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anakku kelak.
Amin….

Anak ku Dinda Malya Callysta

Hari ini Selasa, tepat 01 Januari 2013 engkau telah genap berusia 11 tahun….
Hari ini dirimu merayakannya bersama dengan teman2 sekelasmu dan kawan2 yatim piatu, ditemani mami,papi, mbak vani,adik disa serta adik tersayang divana.
Maafkan mama yang tidak bisa hadir diulang tahunmu ya nak,,, bukan karena mama tidak peduli, namun lebih karena mama hanyalah seorang pegawai biasa yang masih menjadi anak buah dan harus mengikuti aturan yang berlaku diperusahaan tempat mama bekerja. ( Semoga kelak dirimu akan lebih baik dari mama dan bisa menjadi pemimpin sehingga tidak perlu mengorbankan kepentingan anakmu kelak krn aturan perusahaan… Amin)
Sebenarnya mama sangat ingin mendampingi hari jadimu nak, apalagi papamu juga hanya bisa melihatmu dari jauh saja, namun apa daya, mama hanya bisa mendoakan dan selalu mendoakanmu semoga dirimu menjadi anak yang solehah, berbakti pada orang tua, nusa dan bangsa dan bisa menjadi anak yang dibanggakan keluarga.
11 tahun yang lalu jam 20.00 wib di Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu Batam lahirlah dirimu di dunia ini, anak pertama yang dinantikan setelah 2x penantian yang tertunda. Membawa kebahagiaan pada mama, papa, nenek, kakek, mami, papi dan seluruh keluarga. Engkaulah penyejuk kehidupan kami. Semoga engkau tetap menjadi kebahagiaan kami hingga Akhir hayat kami.
Dinda Malya Callysta nama yang mempunyai arti khusus yaitu, Adik bagaikan bunga yang membawa kebahagiaan.
Dinda Harapan mama dan adik, juga harapan mami dan papi, tegarlah setegar batu karang, capailah cita2 setinggi Bintang dilangit. Buatlah yang terbaik bagi keluarga dan tunjukan pada dunia bahwa dirimu mampu menjadi yang dibanggakan.

Doa mama menyertaimu selalu
Love u forever.

Mama n Adik